Punya uang nganggur di rekening tabungan tapi sayang melihatnya “diam” tanpa pertumbuhan optimal? Itulah kegelisahan yang sering dirasakan banyak anak muda produktif Indonesia saat ini. Di tengah gaya hidup yang dinamis dan penuh target finansial, dari DP rumah, biaya menikah, hingga modal bisnis, deposito hadir sebagai salah satu solusi paling masuk akal: aman, terukur, dan menghasilkan.

Namun, satu pertanyaan krusial sering terlewatkan sebelum memutuskan untuk membuka deposito: seberapa besar sebenarnya uang yang akan kamu terima? Tanpa memahami cara menghitung bunga deposito, kamu tidak bisa merencanakan keuangan secara akurat, dan berpotensi melewatkan pilihan yang lebih optimal.

Artikel ini hadir untuk membantu kamu memahami cara perhitungan bunga deposito secara menyeluruh, mulai dari rumus dasar hingga simulasi nyata, sehingga setiap keputusan finansialmu betul-betul berbasis data.

Apa Itu Deposito dan Mengapa Ini Penting untuk Tujuan Finansialmu?

Sebelum masuk ke angka-angka, penting untuk memahami dulu apa yang sebenarnya kamu investasikan.

Deposito adalah produk simpanan berjangka dari bank yang memberikan bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Dana yang kamu tempatkan hanya bisa dicairkan setelah jatuh tempo sesuai pilihan jangka waktu, misalnya 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan.

Deposito dianggap sebagai salah satu instrumen investasi paling aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan tidak terpengaruh fluktuasi pasar seperti saham atau kripto. Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan imbal hasilnya sudah diketahui sejak awal, sehingga cocok untuk kamu yang menghindari risiko.

Salah satu daya tarik utama deposito adalah suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan reguler. Apabila suku bunga tabungan biasa berkisar antara 0,5% hingga 2% per tahun, deposito bisa menawarkan bunga hingga 5% per tahun atau bahkan lebih, tergantung tenor dan kebijakan bank.

Dengan kata lain, deposito adalah alat yang sangat efektif untuk “mempekerjakan” uangmu secara pasif sambil tetap menjaga keamanan dana.

Baca juga: Apa Itu Deposito? Keuntungan dan Tips Memilihnya

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Bunga Deposito

Sebelum belajar cara menghitung bunga deposito di bank, kamu perlu tahu dulu variabel apa saja yang menentukan angka bunga yang kamu terima.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat suku bunga deposito, salah satunya adalah inflasi. Tingkat inflasi yang tinggi mendorong bank untuk menaikkan suku bunga deposito, agar nilai riil simpanan nasabah tidak tergerus oleh dampak inflasi sehingga nasabah tetap tertarik menyimpan dananya dalam bentuk deposito.

Tingkat suku bunga deposito di bank umum juga sangat dipengaruhi oleh keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Sebagai gambaran terkini, suku bunga deposito 1 bulan baru turun sebesar 68 bps dari 4,81% pada Januari 2025 menjadi 4,13% pada Januari 2026, seiring dengan transmisi penurunan suku bunga kebijakan BI.

Selain itu, besaran bunga bisa berbeda tergantung jumlah dana yang disimpan. Beberapa bank menetapkan tingkatan suku bunga yang berbeda untuk nominal tertentu, seperti bunga lebih tinggi untuk deposito di atas Rp100 juta dibandingkan Rp10 juta.

Singkatnya, ada 4 faktor utama yang perlu kamu perhatikan:

  • Suku bunga acuan BI (BI Rate): Naik turunnya BI Rate berdampak langsung pada bunga deposito.
  • Tenor (jangka waktu): Umumnya, tenor lebih panjang memberikan bunga lebih tinggi.
  • Jumlah dana: Semakin besar dana yang ditempatkan, semakin besar potensi bunga.
  • Jenis bank: Bank digital cenderung menawarkan bunga lebih kompetitif daripada bank konvensional besar.

Gambaran Suku Bunga Deposito Bank-Bank Terkemuka di Indonesia

Agar simulasi perhitunganmu relevan, berikut gambaran suku bunga deposito dari beberapa bank di Indonesia berdasarkan data terbaru:

BankJenis BankKisaran Suku Bunga per TahunTenor Tersedia
BRIBank BUMN2,25% – 3,5%1 – 36 bulan
BNIBank BUMN2,25% – 2,75%1 – 24 bulan
Bank JagoBank Digital5,00% – 6,00%1 – 12 bulan
Bank SaquBank DigitalHingga 6,00%1 – 12 bulan
Blu by BCABank Digital3,5% – 4,75%Beragam
Allo BankBank DigitalHingga 9,00%Beragam

Di 2025, persaingan antar bank dalam menawarkan bunga deposito cukup ketat. Beberapa bank besar masih menjadi pilihan utama masyarakat karena selain menawarkan bunga yang kompetitif, juga memberikan keamanan lewat jaminan LPS.

Catatan Bijak Finansial: Suku bunga di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank. Selalu cek informasi terbaru langsung di website atau aplikasi bank yang bersangkutan sebelum mengambil keputusan.

Rumus Cara Menghitung Bunga Deposito Bank

Inilah inti dari panduan ini. Ada dua metode utama dalam cara perhitungan bunga deposito yang perlu kamu kuasai.

Terdapat dua metode umum untuk menghitung bunga deposito, yaitu berdasarkan total penghasilan saat jatuh tempo (lump sum) dan berdasarkan bunga yang diterima setiap bulan (monthly interest).

Metode 1: Hitung Keuntungan Saat Jatuh Tempo (Lump Sum)

Metode ini cocok jika kamu ingin tahu total uang yang akan kamu terima di akhir periode deposito, termasuk pokok dan bunganya.

Rumus:

KomponenRumus
Bunga KotorPokok × Suku Bunga Tahunan × (Jumlah Hari / 365)
Pajak BungaBunga Kotor × 20%
Bunga BersihBunga Kotor × 80%
Total Dana Saat Jatuh TempoPokok + Bunga Bersih

Bunga deposito masih akan dipotong pajak sebesar 20%, jadi perhitungannya tidak berhenti hanya pada melihat persentase bunga saja, tapi juga mempertimbangkan pengurangan dari kewajiban pajak tersebut.

Contoh Perhitungan:

Kamu menempatkan dana Rp10.000.000 di deposito dengan suku bunga 6% per tahun, tenor 6 bulan (180 hari):

  • Bunga Kotor: Rp10.000.000 × 6% × (180/365) = Rp295.890
  • Pajak (20%): Rp295.890 × 20% = Rp59.178
  • Bunga Bersih: Rp295.890 – Rp59.178 = Rp236.712
  • Total Diterima: Rp10.000.000 + Rp236.712 = Rp10.236.712

Metode 2: Hitung Bunga Per Bulan (Monthly Interest)

Metode ini berguna jika kamu ingin memantau berapa besar bunga yang mengalir masuk setiap bulannya, terutama jika bank membayarkan bunga secara berkala.

Rumus menghitung keuntungan per bulan dalam periode deposito adalah: (Setoran awal × Suku bunga deposito × 30 hari × 80%) / 365 hari. Angka 80% didapatkan dari persentase pemasukan setelah kena pajak bunga deposito sebesar 20%.

Contoh Perhitungan:

Dengan data yang sama (Rp10.000.000, bunga 6% per tahun):

  • (Rp10.000.000 × 6% × 30 × 80%) / 365
  • = (Rp10.000.000 × 0,06 × 30 × 0,80) / 365
  • = Rp144.000 / 365
  • = Rp394,52 per hari → sekitar Rp39.452 per bulan

Angka ini kecil untuk nominal Rp10 juta, tapi bayangkan jika kamu menempatkan Rp100 juta atau bahkan lebih. Inilah mengapa memahami cara menghitung bunga deposito sangat penting sebelum berkomitmen.

Simulasi Perbandingan: Tenor dan Nominal yang Berbeda

Untuk memperjelas bagaimana nominal dan tenor memengaruhi hasil akhir, berikut simulasi cara menghitung bunga deposito bank dengan asumsi suku bunga tetap 5% per tahun dan pajak 20%:

Nominal DepositoTenorBunga KotorPajak (20%)Bunga BersihTotal Diterima
Rp10.000.0003 Bulan (90 hari)Rp123.288Rp24.658Rp98.630Rp10.098.630
Rp10.000.0006 Bulan (180 hari)Rp246.575Rp49.315Rp197.260Rp10.197.260
Rp10.000.00012 Bulan (365 hari)Rp500.000Rp100.000Rp400.000Rp10.400.000
Rp50.000.00012 Bulan (365 hari)Rp2.500.000Rp500.000Rp2.000.000Rp52.000.000
Rp100.000.00012 Bulan (365 hari)Rp5.000.000Rp1.000.000Rp4.000.000Rp104.000.000

Tabel di atas memperjelas bahwa semakin besar nominal dan semakin panjang tenor, semakin besar pula bunga bersih yang kamu terima.

Tips Strategis Memaksimalkan Keuntungan Deposito

Memahami cara perhitungan bunga deposito bank saja belum cukup. Kamu juga perlu strategi agar hasilnya benar-benar optimal untuk tujuan finansialmu.

1. Bandingkan Suku Bunga Sebelum Memutuskan

Setiap bank memiliki suku bunga yang berbeda. Jangan terburu-buru, cobalah membandingkan bunga deposito dari beberapa bank untuk menemukan yang paling tinggi. Namun, tetap perhatikan legalitas dan keamanan bank tersebut.

2. Pertimbangkan Bank Digital untuk Bunga Lebih Kompetitif

Besaran bunga deposito berdasarkan ketentuan LPS antara lain: Bank Digital menawarkan 4% hingga 7% per tahun, Bank Umum sekitar 4% per tahun, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bisa mencapai 6,5% per tahun.

Baca juga: Bank Digital: Panduan Lengkap Memilih, Mendaftar, dan Memaksimalkan Manfaatnya di 2026

3. Gunakan Strategi Laddering

Laddering adalah strategi membagi dana ke dalam beberapa deposito dengan tenor yang berbeda. Misalnya, alih-alih menempatkan Rp30 juta dalam satu deposito 12 bulan, bagi menjadi tiga deposito: masing-masing Rp10 juta dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan. Dengan begitu, kamu punya akses ke sebagian dana lebih cepat sekaligus tetap menikmati bunga yang kompetitif.

4. Pastikan Dana yang Ditempatkan adalah “Dana Menganggur”

Dana yang sudah ditempatkan dalam deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu tanpa konsekuensi. Jika ingin mencairkan sebelum jatuh tempo, siap-siap terkena denda atau penalti. Hal ini membuat perencanaan menjadi penting, dan dana yang ditempatkan di deposito sebaiknya benar-benar dana menganggur, bukan uang yang berpotensi dipakai dalam waktu dekat.

5. Pastikan Bank Terdaftar sebagai Anggota LPS

Pastikan bank yang kamu pilih merupakan peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Ini adalah fondasi keamanan yang tidak boleh diabaikan.

Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Membuka Deposito

Ada beberapa catatan penting yang sering luput dari perhatian:

  • Jangan terjebak dengan iming-iming bunga tinggi untuk tenor pendek. Bunga yang tertera biasanya dihitung secara tahunan, sehingga hasil sebenarnya akan lebih kecil setelah dipotong pajak.
  • Suku bunga deposito tiap bank bisa berbeda-beda dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank masing-masing.
  • Di Indonesia, LPS menjamin simpanan hingga batas tertentu, asalkan bunga yang diterima tidak melebihi suku bunga penjaminan LPS. Apabila bunga deposito jauh di atas ketentuan LPS, simpanan tersebut berisiko tidak dijamin jika terjadi sesuatu pada bank yang bersangkutan.

Jadikan Perhitungan sebagai Kebiasaan Finansial

Memahami cara menghitung bunga deposito bukan sekadar soal angka. Ini tentang bagaimana kamu mengambil kendali penuh atas keputusan finansialmu, alih-alih hanya “menitipkan” uang dan berharap hasilnya bagus.

Dengan menguasai rumus dasar, memahami pengaruh tenor dan nominal, serta menerapkan strategi yang tepat, deposito bisa menjadi pondasi kuat dalam portofolio keuangan kamu, baik sebagai dana darurat yang produktif, instrumen menabung tujuan jangka menengah, maupun bagian dari strategi diversifikasi investasi yang lebih besar.

Di Bijak Finansial, kami percaya bahwa setiap keputusan finansial yang cerdas dimulai dari literasi yang kuat. Menghitung sendiri potensi keuntungan deposito sebelum menandatangani adalah salah satu bentuk kedewasaan finansial yang sederhana namun berdampak besar.

Tinggalkan Balasan

Trending

Eksplorasi konten lain dari Bijak Finansial

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca