Bayangkan kamu sudah berhasil menabung Rp100 juta. Dana itu tersimpan rapi di rekening tabungan biasa, tapi bunga yang kamu terima terasa tidak seberapa. Pertanyaan yang kemudian muncul wajar sekali: “Kalau saya taruh di deposito, kira-kira dapat berapa?”
Pertanyaan itu bukan sekadar soal angka. Di baliknya ada impian nyata, entah itu membangun dana darurat yang kokoh, menabung untuk DP rumah pertama, atau sekadar memastikan uang yang sudah susah payah dikumpulkan tidak tergerus inflasi diam-diam.
Deposito hadir sebagai salah satu jawaban paling relevan. Deposito masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit banyak orang karena menawarkan kombinasi keamanan, kepastian, dan imbal hasil yang stabil, serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan tidak terpengaruh fluktuasi pasar seperti saham atau kripto.
Namun, memilih deposito yang tepat butuh pemahaman yang lebih dari sekadar “pilih yang bunganya paling besar”. Artikel ini hadir untuk memandumu, mulai dari memahami konteks bunga deposito terkini, cara menghitung keuntungannya, hingga strategi memilih deposito yang paling sesuai dengan tujuan keuanganmu.
Mengapa Suku Bunga Deposito Berubah-ubah?
Sebelum membandingkan angka, penting untuk memahami mengapa bunga deposito tidak selalu sama dari waktu ke waktu dan dari satu bank ke bank lain.
Tingkat suku bunga deposito di bank umum sangat dipengaruhi oleh keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Ketika BI Rate turun, bank-bank pada umumnya akan menyesuaikan suku bunga simpanan mereka ke bawah, dan sebaliknya.
Inilah yang sedang terjadi saat ini. Penurunan BI-Rate sebesar 125 bps selama tahun 2025 dan ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia telah berdampak terhadap penurunan berbagai jenis suku bunga. Suku bunga deposito 1 bulan turun sebesar 64 bps dari 4,81% pada Januari 2025 menjadi 4,17% pada Februari 2026.
Artinya, tren saat ini adalah bunga deposito yang lebih rendah dibandingkan beberapa tahun lalu. Tapi bukan berarti deposito tidak menarik. Justru di sinilah pentingnya memilih dengan cermat.
Berapa Persen Bunga Deposito Saat Ini?
Ini adalah pertanyaan yang paling banyak dicari: berapa persen bunga deposito yang bisa kamu dapatkan hari ini?
Jawabannya sangat bergantung pada jenis bank yang kamu pilih. Bank digital dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) umumnya menawarkan bunga deposito tertinggi di tahun 2026, berkisar antara 5% hingga 6,75% per tahun. Sementara itu, bank konvensional besar rata-rata menawarkan bunga di kisaran 2% hingga 3,5% per tahun.
Berikut gambaran perbandingan suku bunga deposito terkini berdasarkan kategori bank:
| Kategori Bank | Kisaran Suku Bunga (p.a.) | Batas Jaminan LPS | Profil Risiko |
|---|---|---|---|
| Bank BUMN (BRI, BNI, Mandiri) | 2,25% – 3,50% | 3,50% | Sangat Rendah |
| Bank Digital (Jago, Allo, SeaBank, dll) | 5,00% – 7,50% | 3,50% | Rendah – Menengah |
| BPR (Bank Perekonomian Rakyat) | 5,00% – 6,75% | 6,00% | Rendah – Menengah |
Beberapa detail spesifik yang perlu kamu catat:
- Bank BRI menawarkan suku bunga deposito dari rentang 2,50% hingga 3,00% per tahun. Suku bunga deposito rupiah tertinggi ditetapkan untuk tenor 1 bulan dan 3 bulan.
- Bank BNI menawarkan suku bunga dari rentang 2,25% hingga 2,75% per tahun.
- Allo Bank menetapkan tingkat suku bunga maksimal sebesar 7,50% yang berlaku secara khusus untuk tenor 12 bulan, baik untuk nominal penempatan di bawah maupun di atas Rp1 miliar.
- Bank Jago menawarkan suku bunga deposito rupiah di kisaran 5,00% hingga 6% per tahun. Bank Jago menyesuaikan bunga deposito untuk simpanan di atas Rp1 miliar menjadi 6% per tahun.
Penting: Mulai 1 Februari hingga 31 Mei 2026, Lembaga Penjamin Simpanan menetapkan bunga penjaminan simpanan 3,50% untuk Bank Umum, 6,00% untuk BPR, serta 2,00% untuk simpanan valuta asing di Bank Umum.
Deposito 100 Juta Dapat Bunga Berapa? Ini Simulasinya
Pertanyaan “deposito 100 juta dapat bunga berapa?” adalah salah satu yang paling banyak dicari karena langsung menyentuh angka nyata. Mari kita bahas secara konkret.
Rumus Dasar Menghitung Bunga Deposito
Rumus dasarnya adalah: Bunga Bersih = (Pokok x Suku Bunga x Tenor) x (1 – Pajak Bunga). Pajak bunga sebesar 20% sesuai ketentuan perpajakan Indonesia.
Perlu diingat, pajak 20% ini langsung dipotong oleh bank sebelum bunga dikreditkan ke rekeningmu. Jadi angka yang kamu terima sudah merupakan bunga bersih.
Simulasi Deposito Rp100 Juta di Bank BUMN (Bunga 3% p.a.)
| Tenor | Bunga Kotor | Pajak 20% | Bunga Bersih |
|---|---|---|---|
| 1 Bulan | Rp250.000 | Rp50.000 | Rp200.000 |
| 3 Bulan | Rp750.000 | Rp150.000 | Rp600.000 |
| 6 Bulan | Rp1.500.000 | Rp300.000 | Rp1.200.000 |
| 12 Bulan | Rp3.000.000 | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
Simulasi Deposito Rp100 Juta di Bank Digital (Bunga 6% p.a.)
| Tenor | Bunga Kotor | Pajak 20% | Bunga Bersih |
|---|---|---|---|
| 1 Bulan | Rp500.000 | Rp100.000 | Rp400.000 |
| 3 Bulan | Rp1.500.000 | Rp300.000 | Rp1.200.000 |
| 6 Bulan | Rp3.000.000 | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
| 12 Bulan | Rp6.000.000 | Rp1.200.000 | Rp4.800.000 |
Meskipun terlihat kecil dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham atau reksa dana, deposito tetap cocok bagi yang mengutamakan keamanan dan stabilitas. Deposito adalah tempat “parkir uang” yang aman, bukan alat untuk menggandakan kekayaan secara cepat.
6 Cara Memilih Suku Bunga Deposito Terbaik
Sekarang kamu sudah tahu angkanya. Langkah berikutnya adalah mengetahui cara memilih deposito yang paling optimal sesuai situasimu. Ada enam faktor kunci yang wajib dipertimbangkan.
1. Bandingkan Suku Bunga Antar Bank
Jangan langsung memilih bank hanya karena sudah familiar. Setiap bank memiliki kebijakan suku bunga deposito yang berbeda. Bank-bank besar biasanya memberikan bunga yang relatif lebih rendah karena dianggap lebih stabil dan aman. Melakukan perbandingan suku bunga dari beberapa bank akan membantu menemukan penawaran terbaik.
Gunakan situs perbandingan seperti Kontan atau Sikapiuangmu OJK untuk melihat daftar suku bunga terkini dari berbagai bank secara bersamaan.
2. Sesuaikan Tenor dengan Tujuan Keuanganmu
Jangan pilih tenor hanya karena bunganya paling tinggi. Pilih tenor yang selaras dengan rencana keuanganmu. Menentukan tenor sebaiknya didasarkan pada tujuan keuangan pribadi, misalnya untuk dana darurat bisa memilih tenor pendek, sementara untuk investasi yang benar-benar tidak tersentuh lebih baik menggunakan tenor panjang.
Ingat juga: dana yang sudah ditempatkan dalam deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu tanpa konsekuensi. Jika ingin mencairkan sebelum jatuh tempo, siap-siap terkena denda atau penalti.
3. Pahami Syarat dan Ketentuan
Beberapa bank menetapkan nominal minimum yang berbeda-beda. Setoran awal deposito bisa mulai Rp10 juta jika pembukaan melalui unit kerja BRI, tetapi kalau melalui internet banking bisa mulai dari Rp1 juta dan maksimal Rp100 juta. Baca seluruh ketentuan sebelum menandatangani perjanjian.
4. Prioritaskan Keamanan Dana via LPS
Ini adalah poin yang paling sering diabaikan, padahal krusial. Di Indonesia, LPS menjamin simpanan hingga batas tertentu, asalkan bunga yang diterima tidak melebihi suku bunga penjaminan LPS. Apabila bunga deposito jauh di atas ketentuan LPS, simpanan tersebut berisiko tidak dijamin jika terjadi sesuatu pada bank yang bersangkutan.
Jadi, jangan tergiur bunga fantastis yang melampaui batas penjaminan LPS tanpa memahami risikonya.
5. Perhatikan Reputasi dan Kesehatan Bank
Sebelum menaruh dana di bunga super tinggi, pastikan kamu menganalisis kesehatan bank tersebut, lihat laporan keuangannya, rasio kecukupan modal (CAR), dan NPL (Non-Performing Loan).
Pastikan bank yang kamu pilih terdaftar dan diawasi OJK. Informasi ini bisa dicek langsung di situs resmi OJK.
6. Manfaatkan Promo dan Fitur Digital
Di tahun 2026, hampir semua pembukaan rekening deposito dapat dilakukan melalui smartphone tanpa perlu antre di kantor cabang. Banyak bank digital menawarkan bunga promo khusus untuk penempatan dana baru melalui aplikasi. Manfaatkan ini, namun tetap periksa apakah bunga promo tersebut masih berada dalam batas penjaminan LPS.
Strategi Cerdas: Deposito Laddering
Setelah memahami cara memilih, ada satu strategi yang sangat direkomendasikan untuk memaksimalkan keuntungan sekaligus menjaga fleksibilitas dana.
Laddering adalah strategi membagi dana ke dalam beberapa deposito dengan tenor yang berbeda. Strategi ini membagi dana ke dalam beberapa tenor berbeda, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Tujuannya agar likuiditas tetap terjaga. Jika sewaktu-waktu butuh dana, ada deposito yang cair dalam waktu dekat tanpa perlu memecah deposito jangka panjang dan terkena penalti.
Sebagai ilustrasi: jika kamu punya Rp100 juta, bagi menjadi empat bagian masing-masing Rp25 juta dengan tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan. Setiap kali deposito jatuh tempo, kamu bisa mengevaluasi kondisi keuangan dan memperbarui strategi.
Selain itu, pertimbangkan juga strategi ARO. Pilih opsi ARO + Bunga (bunga ditambahkan ke pokok untuk periode berikutnya). Dengan begitu, efek compounding interest (bunga berbunga) akan bekerja, membuat nilai aset tumbuh lebih cepat dibandingkan jika bunga diambil setiap bulan.
Deposito vs Instrumen Lain: Di Mana Posisinya?
Deposito bukanlah satu-satunya pilihan untuk mengembangkan dana, dan memahami posisinya dalam peta investasi sangat penting untuk pengambilan keputusan yang bijak.
Deposito memberikan kepastian bunga tetap (fixed rate) yang sudah dikunci di awal. Reksa dana pasar uang bersifat fluktuatif namun berpotensi memberikan imbal hasil sedikit lebih tinggi tanpa pajak final.
Pandangan Bijak Finansial: gunakan deposito sebagai pondasi, bukan sebagai satu-satunya strategi. Tempatkan sebagian dana di deposito untuk keamanan dan kepastian, lalu alokasikan sebagian lagi ke instrumen yang lebih aktif seperti reksa dana atau obligasi negara, sesuai profil risikomu. Jika ingin hasil lebih besar, kombinasikan deposito dengan instrumen investasi lain sesuai dengan profil risiko kamu.
Baca juga: Deposito vs Reksadana: Mana yang Lebih Cuan?
Ringkasan: Checklist Sebelum Membuka Deposito
Sebelum kamu mengambil keputusan, pastikan semua poin berikut sudah terpenuhi:
- Cek BI Rate terkini untuk memahami tren arah suku bunga
- Bandingkan minimal 3 bank sebelum memutuskan
- Pastikan bunga tidak melebihi batas LPS agar dana terjamin
- Sesuaikan tenor dengan tujuan keuangan, bukan sekadar mengejar bunga tertinggi
- Hitung bunga bersih setelah dipotong pajak 20%
- Pastikan bank terdaftar di OJK dan merupakan peserta LPS
- Dana yang didepositokan adalah dana menganggur, bukan dana operasional
- Pertimbangkan strategi laddering jika danamu cukup besar
Literasi Finansial Adalah Investasi Terbaik
Memahami suku bunga deposito bukan sekadar soal mencari angka terbesar di tabel perbandingan. Ini tentang menyelaraskan setiap keputusan finansial dengan tujuan hidupmu yang lebih besar.
Apakah itu rumah pertama, dana pendidikan anak, atau kebebasan finansial di usia 45? Semua itu dimulai dari langkah kecil: mengetahui produk mana yang benar-benar bekerja untukmu, bukan yang sekadar terlihat menggiurkan.
Di Bijak Finansial, kami percaya bahwa keputusan finansial yang cerdas lahir dari pemahaman yang mendalam, bukan dari spekulasi. Deposito adalah salah satu fondasi yang solid, terutama jika kamu menempatkannya sebagai bagian dari strategi keuangan yang lebih besar dan terencana.






Tinggalkan Balasan