Punya dana menganggur sering menimbulkan dilema. Jika dibiarkan di rekening transaksi, uang memang mudah digunakan, tetapi pertumbuhannya relatif terbatas. Di sisi lain, menempatkan seluruh dana dalam deposito jangka panjang dapat membuat kamu kesulitan ketika tiba-tiba membutuhkan uang.

Salah satu cara untuk menyeimbangkan kedua kebutuhan tersebut adalah menggunakan strategi deposito bertahap atau sering disebut deposit laddering. Strategi ini dilakukan dengan membagi dana ke dalam beberapa deposito yang memiliki waktu jatuh tempo berbeda.

Dengan cara tersebut, kamu tidak harus menunggu seluruh deposito berakhir pada waktu yang sama. Sebagian dana akan tersedia lebih cepat, sementara bagian lainnya tetap menghasilkan bunga hingga jatuh tempo.

Apa Itu Strategi Deposito Bertahap?

Strategi deposito bertahap adalah metode membagi satu dana besar menjadi beberapa penempatan deposito dengan tenor berbeda.

Sebagai contoh, kamu mempunyai dana Rp300 juta yang belum akan digunakan dalam waktu dekat. Alih-alih menempatkan seluruh dana pada satu deposito tenor 12 bulan, kamu dapat membaginya seperti berikut:

PenempatanNominalTenorPerkiraan waktu tersedia
Deposito pertamaRp50 juta1 bulanKebutuhan sangat dekat
Deposito keduaRp75 juta3 bulanKebutuhan jangka pendek
Deposito ketigaRp75 juta6 bulanKebutuhan menengah
Deposito keempatRp100 juta12 bulanDana yang belum diperlukan

Pembagian tersebut hanya merupakan contoh. Komposisinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, jumlah dana, pilihan tenor yang tersedia, dan rencana finansial masing-masing orang.

Saat deposito pertama jatuh tempo, kamu dapat mencairkannya jika membutuhkan dana. Jika belum dibutuhkan, deposito tersebut dapat ditempatkan kembali dengan tenor baru. Proses serupa bisa dilakukan ketika deposito berikutnya mencapai jatuh tempo.

Mengapa Tidak Langsung Memilih Tenor Terpanjang?

Menempatkan seluruh dana dalam tenor panjang memang lebih sederhana. Namun, strategi tersebut memiliki risiko likuiditas.

Jika muncul kebutuhan mendesak sebelum tanggal jatuh tempo, kamu mungkin perlu mencairkan deposito lebih awal. Bergantung pada kebijakan bank, pencairan sebelum jatuh tempo dapat menyebabkan penalti atau membuat bunga berjalan tidak dibayarkan.

Deposito bertahap memberikan beberapa tanggal jatuh tempo. Dengan demikian, kamu mempunyai kesempatan mengakses sebagian dana tanpa harus mencairkan seluruh penempatan.

Strategi ini bukan bertujuan mengejar bunga paling tinggi. Tujuan utamanya adalah menciptakan keseimbangan antara hasil, kedisiplinan menyimpan uang, dan ketersediaan dana.

Empat Manfaat Deposito Bertahap

1. Menjaga akses terhadap dana

Karena deposito jatuh tempo pada waktu berbeda, kamu memiliki beberapa kesempatan untuk menggunakan dana. Ini lebih fleksibel dibandingkan menempatkan seluruh uang dalam satu deposito jangka panjang.

2. Mengurangi risiko salah memilih tenor

Kebutuhan finansial dapat berubah. Dengan membagi dana, kamu tidak perlu menentukan satu tenor untuk seluruh uang yang dimiliki.

Sebagian dapat ditempatkan dalam tenor pendek, sedangkan dana yang benar-benar belum dibutuhkan dapat menggunakan tenor lebih panjang.

3. Membantu mengelola perubahan bunga

Suku bunga deposito dapat berubah mengikuti kondisi pasar, kebutuhan pendanaan bank, dan kebijakan masing-masing lembaga perbankan.

Jika seluruh dana ditempatkan sekaligus, kamu akan menggunakan bunga yang berlaku pada saat pembukaan. Dengan strategi bertahap, deposito yang jatuh tempo dapat dievaluasi kembali berdasarkan tingkat bunga dan kebutuhan finansial terbaru.

Namun, strategi ini tidak menjamin kamu selalu mendapatkan bunga yang lebih tinggi. Ketika bunga pasar turun, deposito yang diperpanjang juga dapat memperoleh bunga lebih rendah.

4. Membuat dana lebih sulit terpakai secara impulsif

Dana yang berada dalam rekening transaksi lebih mudah digunakan untuk pengeluaran di luar rencana. Deposito memberikan batas waktu yang dapat membantu kamu lebih disiplin menjaga dana untuk tujuan tertentu.

Siapa yang Cocok Menggunakan Strategi Ini?

Deposito bertahap dapat dipertimbangkan oleh beberapa kelompok berikut:

  • Keluarga yang sedang menyiapkan biaya pendidikan
  • Karyawan yang memiliki dana bonus atau pesangon
  • Pemilik usaha dengan dana operasional yang belum digunakan
  • Pekerja profesional dengan pendapatan tidak tetap
  • Pensiunan yang membutuhkan pendapatan bunga berkala
  • Perusahaan yang memiliki kelebihan kas sementara
  • Nasabah yang ingin menjaga sebagian dana tetap likuid

Strategi ini sebaiknya tidak digunakan untuk seluruh dana darurat. Dana yang diperlukan sewaktu-waktu tetap perlu disimpan pada instrumen yang lebih mudah dicairkan.

Deposito lebih sesuai untuk dana yang sudah dapat diperkirakan waktu penggunaannya.

Cara Menyusun Deposito Bertahap

Tentukan tujuan setiap bagian dana

Sebelum membuka deposito, tentukan kapan uang kemungkinan akan digunakan. Misalnya untuk pembayaran sekolah tiga bulan lagi, renovasi rumah enam bulan lagi, atau modal usaha tahun depan.

Tujuan tersebut akan menjadi dasar dalam memilih tenor.

Sisakan dana yang benar-benar likuid

Jangan memasukkan seluruh uang ke dalam deposito. Sisakan dana di rekening yang mudah diakses untuk kebutuhan rutin dan keadaan darurat.

Dengan demikian, kamu tidak perlu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo hanya karena muncul pengeluaran mendadak.

Bandingkan bunga bersih, bukan hanya bunga bruto

Bunga yang ditampilkan bank umumnya merupakan bunga tahunan sebelum pajak. Untuk wajib pajak dalam negeri, bunga deposito dengan nominal yang memenuhi ketentuan dikenakan PPh final sebesar 20% dari bunga bruto. Informasi mengenai ketentuan tersebut dapat diperiksa melalui Direktorat Jenderal Pajak.

Karena itu, gunakan hasil setelah pajak ketika membandingkan potensi penerimaan. Kamu juga dapat mempelajari kembali cara menghitung bunga deposito berdasarkan nominal, tingkat bunga, dan jangka waktu penempatan.

Periksa pilihan ARO dan Non-ARO

Automatic Roll Over atau ARO berarti deposito akan diperpanjang secara otomatis ketika jatuh tempo. Sementara itu, Non-ARO berarti deposito tidak diperpanjang dan dana akan diproses sesuai instruksi nasabah.

ARO bisa membantu jika kamu ingin melanjutkan strategi deposito secara otomatis. Namun, jadwal jatuh tempo dan bunga yang berlaku tetap perlu diperiksa secara berkala.

Catat semua tanggal jatuh tempo

Strategi deposito bertahap membutuhkan pencatatan yang rapi. Buat kalender sederhana yang berisi nominal, tenor, tingkat bunga, tanggal pembukaan, dan tanggal jatuh tempo setiap deposito.

Pencatatan tersebut membantu kamu menentukan apakah deposito akan dicairkan, diperpanjang, atau dialihkan untuk kebutuhan lain.

Keamanan Tetap Harus Menjadi Prioritas

Selain menyusun tenor, pastikan deposito ditempatkan pada bank yang memiliki izin dan berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

Menurut OJK, Bank Perekonomian Rakyat dapat menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito berjangka. Deposito pada BPR peserta Lembaga Penjamin Simpanan juga dapat masuk dalam program penjaminan sepanjang memenuhi ketentuan.

LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Nasabah juga harus memenuhi syarat 3T, yaitu simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS, dan nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.

Jika menempatkan dana pada beberapa deposito di bank yang sama, seluruh rekening tetap dihitung sebagai total simpanan per nasabah pada bank tersebut.

Memilih Deposito Sesuai Kebutuhan

Selain bank umum dan bank digital, deposito juga tersedia di BPR dengan pilihan bunga dan layanan yang berbeda. BPR dapat menjadi pilihan bagi nasabah yang menginginkan pelayanan lebih personal atau bantuan dalam menyusun penempatan dana berdasarkan kebutuhan.

Bank Saridana, misalnya, merupakan BPR yang berizin dan diawasi OJK serta menjadi peserta penjaminan LPS. Produk deposito Bank Saridana dapat dibuka mulai dari Rp1 juta dengan pilihan tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan.

Pilihan tenor tersebut dapat digunakan untuk menyusun penempatan bertahap. Nasabah juga dapat berkonsultasi mengenai estimasi bunga setelah pajak, jadwal pembayaran bunga, pilihan ARO, dan kebutuhan pencairan dana.

Hindari Kesalahan yang Sering Terjadi

Ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari ketika menjalankan strategi deposito bertahap:

  • Menempatkan seluruh dana darurat dalam deposito
  • Memilih tenor tanpa mempertimbangkan kebutuhan mendatang
  • Hanya membandingkan bunga tertinggi
  • Tidak menghitung pajak atas bunga deposito
  • Mengabaikan ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo
  • Tidak memperbarui informasi Tingkat Bunga Penjaminan LPS
  • Lupa mencatat deposito yang menggunakan fasilitas ARO
  • Mengirimkan dana ke rekening yang bukan milik resmi bank

Deposito tetap memiliki keterbatasan likuiditas. Karena itu, strategi penempatannya perlu disesuaikan dengan arus kas, bukan hanya berdasarkan potensi bunga.

Kesimpulan

Strategi deposito bertahap membantu kamu membagi dana ke dalam beberapa tenor agar tidak seluruhnya terkunci sampai tanggal yang sama. Cara ini dapat menjaga dana tetap produktif sekaligus menyediakan akses berkala terhadap sebagian uang.

Sebelum menjalankannya, tentukan tujuan setiap bagian dana, sisakan dana darurat yang mudah dicairkan, hitung bunga bersih setelah pajak, dan periksa ketentuan penjaminan LPS.

Tidak ada susunan tenor yang cocok untuk semua orang. Strategi terbaik adalah strategi yang sesuai dengan kebutuhan, dapat dipahami, dan tidak mengganggu kondisi keuangan ketika muncul pengeluaran mendadak.

Tinggalkan Balasan

Trending

Eksplorasi konten lain dari Bijak Finansial

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca