Kamu punya dana idle yang parkir di tabungan biasa, tapi rasanya sayang karena bunga yang diterima hampir tidak terasa? Kondisi ini sangat umum dialami oleh generasi milenial dan Gen Z yang sudah mulai sadar finansial, tapi belum tahu ke mana “memarkir” dana darurat atau simpanan jangka pendek mereka dengan lebih cerdas.

Di sinilah deposito berjangka hadir sebagai solusi. Produk ini bukan sekadar tabungan biasa. Ia adalah instrumen yang mengajarkan kamu tentang disiplin finansial sekaligus memberi imbal hasil yang lebih terukur. Artikel ini akan memandu kamu dari dasar hingga simulasi nyata, termasuk menjawab pertanyaan populer: deposito 100 juta 1 bulan dapat berapa?

Apa Itu Deposito Berjangka?

Sebelum membahas angka dan strategi, penting untuk memahami cara kerja instrumen ini terlebih dahulu agar keputusan kamu didasari pemahaman yang solid, bukan sekadar ikut-ikutan.

Deposito adalah produk simpanan berjangka di bank yang memberikan tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, tapi uang yang disimpan baru bisa dicairkan setelah jangka waktu (tenor) tertentu berakhir.

Deposito memiliki berbagai pilihan jangka waktu simpanan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan preferensi. Umumnya jangka waktu yang ditawarkan mulai dari 1, 3, 6, 12, atau bahkan hingga 24 bulan.

Kunci dari deposito berjangka adalah komitmen: kamu menyepakati jangka waktu di awal, dan selama periode itu dana tidak bisa diambil begitu saja. Sebagai imbalannya, bank memberikan bunga yang lebih kompetitif dibandingkan tabungan reguler.

Keuntungan Deposito Berjangka yang Sering Diabaikan

Banyak orang hanya melihat deposito dari sisi “bunga lebih tinggi.” Padahal, ada lebih banyak keuntungan nyata yang bisa kamu manfaatkan jika memahaminya dengan benar.

1. Bunga Lebih Tinggi dari Tabungan Biasa

Suku bunga deposito secara umum lebih tinggi daripada suku bunga tabungan. Perbedaannya bisa cukup signifikan, terutama jika kamu memilih bank digital atau BPR.

Rinciannya adalah sebagai berikut: Bank Digital menawarkan 4% hingga 7% per tahun, Bank Umum sekitar 4% per tahun, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sekitar 6,5% per tahun.

Baca juga: Suku Bunga Deposito 2026: Panduan Lengkap Pilih Deposito Terbaik & Hitung Keuntungannya

2. Aman dan Dijamin Negara

Ini adalah salah satu keunggulan terbesar deposito yang kerap underrated.

LPS menetapkan bahwa simpanan nasabah akan dijamin sampai maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank. Artinya, kalau kamu menyimpan dana Rp100 juta di deposito, jumlah tersebut masih jauh di bawah batas penjaminan. Jadi, kalau pun ada hal yang tidak diinginkan terjadi pada bank, simpanan kamu tetap dilindungi oleh negara melalui LPS.

Namun, ada satu catatan penting: Di Indonesia, LPS menjamin simpanan hingga batas tertentu, asalkan bunga yang diterima tidak melebihi suku bunga penjaminan LPS. Apabila bunga deposito jauh di atas ketentuan LPS, simpanan tersebut berisiko tidak dijamin jika terjadi sesuatu pada bank yang bersangkutan.

Per periode Februari hingga Mei 2026, Lembaga Penjamin Simpanan menetapkan bunga penjaminan simpanan 3,50% untuk Bank Umum, 6,00% untuk BPR, serta 2,00% untuk simpanan valuta asing di Bank Umum.

3. Pendapatan Tetap dan Terukur

Berbeda dengan saham atau aset kripto yang nilainya bisa naik turun, deposito memiliki bunga tetap sesuai kesepakatan awal. Ini sangat berguna bagi kamu yang sedang menabung untuk tujuan spesifik, seperti dana pernikahan, uang muka rumah, atau biaya pendidikan.

4. Fleksibilitas Tenor Sesuai Kebutuhan

Tenor deposito beragam, mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, hingga satu tahun atau lebih. Umumnya, semakin panjang tenor yang dipilih, semakin tinggi bunga yang ditawarkan.

Risiko Deposito Berjangka yang Perlu Kamu Pahami

Tidak ada instrumen investasi yang sempurna tanpa risiko. Memahami sisi ini sama pentingnya dengan mengetahui keuntungannya agar kamu bisa membuat keputusan yang bijak.

1. Likuiditas Rendah

Selama jangka waktu tersebut, dana yang kamu simpan tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo. Jika kamu terpaksa mengambilnya, kamu akan mendapat penalti sejumlah tertentu yang ditetapkan oleh bank. Selain itu, kamu juga dapat kehilangan bunga deposito yang kamu tempatkan tersebut.

2. Risiko Inflasi

Sebagai contoh, jika inflasi tahun ini mencapai 5%, maka bank perlu menawarkan suku bunga deposito di atas 5% agar uang nasabah tidak kehilangan nilainya. Jika kamu memilih deposito di bank konvensional dengan bunga di bawah inflasi, daya beli uangmu bisa tergerus.

3. Bunga Tetap Tidak Bisa Naik di Tengah Jalan

Suku bunga deposito bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan bank, suku bunga acuan, dan kondisi ekonomi. Artinya, jika kamu sudah mengunci deposito dengan bunga tertentu, lalu suku bunga pasar naik, kamu tidak bisa menikmati kenaikan itu sampai tenor selesai.

4. Ada Pajak atas Bunga

Hasil bunga yang kamu dapatkan akan dipotong pajak senilai 20%. Pastikan perhitungan keuntunganmu sudah memperhitungkan potongan ini agar ekspektasi hasil lebih realistis.

Contoh Deposito Berjangka: Simulasi Nyata

Teori saja tidak cukup. Mari kita lihat contoh deposito berjangka secara konkret agar gambaran keuntungannya semakin jelas.

Deposito 100 Juta 1 Bulan: Dapat Berapa?

Pertanyaan ini adalah salah satu yang paling banyak dicari. Bunga deposito dihitung berdasarkan nominal simpanan, suku bunga tahunan, dan tenor yang dipilih. Bunga deposito bisa dihitung dengan rumus berikut: Bunga = (Pokok Deposito × Suku Bunga Tahunan × Tenor) / 12.

Karena bunga dikenakan pajak 20%, bunga bersih dihitung sebagai Bunga Kotor × 80%.

Berikut simulasi lengkap untuk deposito Rp100 juta dengan berbagai asumsi bunga:

TenorSuku Bunga (p.a.)Bunga KotorPajak 20%Bunga Bersih
1 Bulan4,25% (Bank Konvensional)Rp354.167Rp70.833Rp283.333
1 Bulan6,00% (BPR/Bank Digital)Rp500.000Rp100.000Rp400.000
3 Bulan5,75% (BPR/Bank Digital)Rp1.437.500Rp287.500Rp1.150.000
6 Bulan6,00% (BPR/Bank Digital)Rp3.000.000Rp600.000Rp2.400.000
12 Bulan6,00% (BPR/Bank Digital)Rp6.000.000Rp1.200.000Rp4.800.000

Jika kamu menaruh Rp100 juta di deposito tenor 1 bulan, kamu akan mendapat bunga bersih sekitar Rp283 ribu per bulan. Simulasi ini menggunakan rata-rata bunga deposito 4,25% per tahun di bank konvensional per Mei 2025, menurut Pusat Informasi Pasar Uang Bank Indonesia.

Meskipun terlihat kecil dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham atau reksa dana, deposito tetap cocok buat kamu yang mengutamakan keamanan dan stabilitas. Deposito adalah tempat “parkir uang” yang aman, bukan alat untuk menggandakan kekayaan secara cepat.

Baca juga: Cara Menghitung Bunga Deposito: Panduan Lengkap Beserta Rumus dan Contoh Nyata

Perbandingan Bunga Deposito Antar Jenis Bank (2025-2026)

Memilih bank yang tepat bisa membuat perbedaan yang cukup signifikan pada imbal hasil akhir. Berikut gambaran umum lanskap bunga deposito saat ini:

Jenis BankContoh BankKisaran Bunga (p.a.)Catatan
Bank BUMN/KonvensionalBRI, BCA, Mandiri, BNI2,75% – 3,50%Stabil, jaringan luas
Bank DigitalSeaBank, Bank Jago, Bank Saqu4,00% – 7,00%Kompetitif, serba digital
BPRDepositoBPR by Komunal6,00% – 6,75%Bunga tinggi, tetap dijamin LPS

Berdasarkan laporan terkini, bank digital seperti Neo Commerce, SeaBank, dan Allo Bank berada di deretan bank yang menyediakan bunga deposito yang lebih tinggi dibanding rata-rata bank besar. Sementara itu, di saat bank-bank konvensional mulai menurunkan bunga simpanan seiring meredanya tekanan likuiditas, bank digital justru masih agresif menawarkan bunga deposito tinggi untuk menarik dana.

5 Tips Cerdas Memaksimalkan Deposito Berjangka

Mengetahui produknya saja tidak cukup. Kamu perlu strategi agar deposito benar-benar bekerja optimal untuk tujuan finansialmu.

1. Bandingkan Suku Bunga Antar Bank

Setiap bank memiliki kebijakan suku bunga deposito yang berbeda. Bank-bank besar biasanya memberikan bunga yang relatif lebih rendah karena dianggap lebih stabil dan aman. Melakukan perbandingan suku bunga dari beberapa bank akan membantu menemukan penawaran terbaik.

2. Gunakan Strategi Laddering (Deposito Bertingkat)

Jangan taruh semua dana dalam satu deposito sekaligus. Supaya fleksibel, pecah Rp100 juta menjadi 4 deposito @Rp25 juta. Kalau butuh dana darurat, kamu bisa cairkan salah satu tanpa mengganggu yang lain.

3. Sesuaikan Tenor dengan Tujuan Finansial

Jika kamu butuh likuiditas tinggi, pilih tenor pendek (1-3 bulan). Tapi untuk hasil lebih optimal, tenor 6 atau 12 bulan bisa memberi bunga lebih tinggi.

4. Pastikan Bank Terdaftar dan Dijamin LPS

Pastikan bank/BPR tersebut dijamin oleh LPS, agar dana simpanan kamu terproteksi sampai batas maksimum yang ditetapkan. Jangan tergiur bunga tinggi dari lembaga yang tidak jelas statusnya.

5. Manfaatkan Fitur Auto Roll Over (ARO)

Setelah jatuh tempo, perpanjang otomatis (ARO) agar dana terus berkembang. Fitur ini tersedia di hampir semua bank dan memastikan dana kamu tidak “menganggur” setelah jatuh tempo.

Deposito Berjangka dalam Konteks Portofolio Finansialmu

Deposito berjangka paling efektif ketika diposisikan secara tepat dalam keseluruhan rencana keuanganmu. Ia bukan instrumen untuk semua tujuan, tapi sangat kuat untuk tujuan-tujuan spesifik.

Gunakan deposito untuk:

  • Dana darurat yang ingin sedikit dikembangkan namun tetap relatif mudah diakses
  • Tujuan jangka pendek menengah (1-24 bulan) seperti uang muka kendaraan, biaya pernikahan, atau liburan impian
  • Porsi konservatif dari portofolio investasi yang lebih luas

Selain deposito, simpan sebagian dana di tabungan berjangka atau investasi lain untuk menyeimbangkan risiko. Misalnya, alokasikan sebagian portofoliomu ke reksa dana pasar uang atau obligasi pemerintah untuk diversifikasi yang lebih sehat.

Pendekatan Bijak Finansial dalam hal ini adalah sederhana: gunakan instrumen yang tepat untuk tujuan yang tepat. Deposito bukan saingan reksa dana atau saham. Ia adalah fondasi keamanan finansial yang solid, tempat kamu “memarkir” uang sambil menunggu momentum investasi berikutnya.

Mulai Dari Langkah yang Benar

Deposito berjangka adalah bukti bahwa berinvestasi tidak harus rumit atau penuh risiko untuk menghasilkan manfaat nyata. Dengan kombinasi keamanan dan stabilitas, deposito menjadi salah satu pilihan investasi paling nyaman, terutama bagi keluarga muda dan pekerja kantoran yang ingin mengamankan dana.

Yang terpenting, setiap rupiah yang kamu kelola dengan sadar adalah satu langkah nyata menuju kebebasan finansial. Deposito berjangka bisa menjadi titik awal atau bagian dari perjalanan itu. Mulailah dari memahami, lalu bertindak dengan terencana.

Tinggalkan Balasan

Trending

Eksplorasi konten lain dari Bijak Finansial

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca